Kopi Luwak sebenarnya
sudah dikenal sejak jaman kolonial Belanda, ketika para petani mengalami masa
tanam paksa perkebunan kopi di seluruh Indonesia 350 abad silam. Kopi pada kala
itu hanya di konsumsi oleh kalangan bangsawan saja. Para petani yang ingin juga
mencicipi kenikmatan kopi Indonesia terpaksa harus menggunakan cara lain yang
tak lazim, yaitu mengambil sisa-sisa biji kopi yang berasal dari feses luwak.
Biji kopi tersebut di bersihkan, kemudian di masak menggunakan peralatan sederhana,
baru di jadikan bubuk dan diminum. Ternyata kopi yang berasal dari feses luwak
ini memiliki rasa yang berbeda dan luar biasa. Kedahsyatan rasa kopi luwak ini
mulai terdengar oleh Belanda, dan kemudian menjadi minuman kopi khusus para
bangsawan saja pada jaman itu. Saat ini kopi luwak sudah mulai populer kembali,
hingga kopi luwak mendapat julukan “ The Most Expensive Coffee in the world“.